The Tenant of Wildfell Hall - Anne Bronte (Book Review)


Plot
    Wastu Wildfell Hall kedatangan penghuni baru, seorang wanita misterius bernama Mrs. Helen Graham dan putra kecilnya Arthur. Sosok Helen yang jarang terlihat menimbulkan gosip sekaligus ketertarikan di kalangan penduduk desa, termasuk Gilbert Markham. Melalui kunjungan ke Wildfell Hall, Gilbert mengetahui Helen mencari nafkah dengan melukis dan tampaknya menyimpan sebuah rahasia. Rumah besar itu hanya diisi tiga orang: Helen, Arthur kecil, dan pembantu bernama Rachel. Tidak ada yang tahu dimana atau apakah suami Helen masih hidup.
    Berkat undangan makan malam dan jalan-jalan bersama para tetangga, Gilbert mengenal Helen lebih dekat, meski Helen belum sepenuhnya membuka diri. Helen tampak memegang prinsip kuat dalam beberapa hal di hidupnya, termasuk soal minum anggur yang jadi bagian dalam pergaulan. Sebisa mungkin Helen menjauhkan putranya dari minuman beralkohol. Meski hal itu membuat Helen jadi gunjingan para tetangga, Gilbert cukup bisa akrab dengan Helen Arthur kecil. Beberapa kali Gilbert berkunjung seorang diri ke Wildfell Hall untuk sekedar menemui Helen atau Arthur kecil. 
    Gilbert mulai menaruh perasaan pada Helen. Begitu juga Helen yang tampak nyaman dan mulai terbuka pada Gilbert. Namun masih ada rahasia yang Helen simpan. Saat Gilbert menyatakan perasaannya, rahasia itu membuat Helen tidak bisa menerima perasaan Gilbert. Gilbert meminta penjelasan kenapa Helen menolaknya. Helen lalu meminta Gilbert datang lagi ke Wildfell Hall besok untuk menceritakan rahasianya sekaligus memberikan jawaban. 
    Sesuai permintaan Helen, Gilbert akhirnya pulang. Namun karena masih ingin melihat Helen, Gilbert memutuskan kembali ke Wildfell Hall. Dari kejauhan, Gilbert melihat Helen sedang berangkulan dengan seorang pria bernama Mr. Lawrence. Mr. Lawrence adalah salah satu penduduk desa yang tak kalah misteriusnya seperti Helen. Tiba-tiba Gilbert teringat gosip yang beredar bahwa Arthur kecil, putra Helen itu sangat mirip dengan Mr. Lawrence. Gilbert menyangka Helen dan Mr. Lawrence punya hubungan istimewa yang mereka sembunyikan. Melihat itu Gilbert kecewa dan patah hati, memutuskan tidak akan datang ke Wildfell Hall untuk mendengar penjelasan Helen besok. Gilbert juga menghindari Helen saat mereka berpapasan, meski Helen sudah memanggilnya.  
    Namun Gilbert memutuskan untuk mendengarkan penjelasan Helen dan berkunjung ke Wildfell Hall. Disana, Gilbert mendapati Helen yang marah dan kecewa padanya karena lebih mempercayai gosip daripada penjelasannya. Helen memberikan buku hariannya dan meminta Gilbert membacanya, karena seluruh jawaban Helen ada disana. Gilbert lalu pulang dan membaca buku harian Helen, yang berisi kisah hidup Helen sebelum pindah ke Wildfell Hall. 
    Cerita mundur ke saat sebelum Helen menikah. Helen muda yang berusia 18 tahun tertarik pada pria bernama Arthur Huntingdon. Arthur adalah putra teman pamannya, terkenal sebagai pria kurang berprinsip dan suka bersenang-senang. Bibinya memperingati Helen agar berhati-hati memilih pria, termasuk Arthur. Namun Helen memutuskan memberi Arthur kesempatan, berniat merubah Arthur agar jadi suami yang baik setelah menikah. 
    Helen dan Arthur akhirnya menikah, membuat Helen menjadi Helen Huntingdon. Awalnya pernikahan ini berjalan sesuai keinginan Helen, tapi lambat laun Arthur kembali ke kebiasaan lamanya. Arthur bosan dengan kehidupan pernikahan dan Grassdale Manor, rumah pedesaan mereka. Arthur suka keramaian, berkumpul bersama teman-temannya di London untuk berjudi dan minum-minum. Arthur sering meninggalkan Helen di rumah sampai berbulan-bulan karena tidak ingin kesenangannya diganggu. Meski sudah diingatkan Helen dengan sabar, kebiasaan buruk Arthur tidak berubah meski anak mereka sudah lahir. Arthur selalu kembali ke rumah dalam keadaan sakit dan emosi yang buruk karena kecanduan alkohol. Kebiasaan Arthur makin parah sehingga Helen menyerah untuk merubahnya. 
    Grassdale Manor lalu kedatangan rombongan tamu yang akan tinggal untuk musim berburu. Rombongan ini berisi teman-teman Arthur yang kelakuannya sama buruknya dengan Arthur, juga pasangan suami-istri Lowborough. Helen khawatir kunjungan ini berpengaruh buruk untuk Arthur kecil. Ketakutan Helen jadi nyata, karena suami dan teman-temannya mempengaruhi Arthur kecil minum alkohol dan bersikap kasar. Helen juga mendapati suaminya berselingkuh dengan Lady Lowborough. Helen minta berpisah dan membawa Arthur kecil pergi dari Grassdale Manor, tapi Arthur melarangnya karena akan mencoreng namanya. Helen terpaksa bertahan, namun mulai membuat rencana melarikan diri. Helen tidak ingin Arthur kecil terbawa pengaruh buruk ayahnya. Helen menyurati kakaknya yang ternyata adalah Mr. Lawrence, untuk mencarikan tempat perlindungan sementara jika nanti terpaksa harus pergi. 
    Helen akhirnya angkat kaki dari Grassdale Manor setelah mendapati Arthur berselingkuh lagi dengan Miss Myers, guru pribadi Arthur kecil. 
Bersama Arthur kecil dan pembantunya Rachel, mereka pergi ke Wildfell Hall, salah satu properti Mr. Lawrence. Persembunyian ini hanya diketahui Mr. Lawrence dan dirahasiakan dari siapapun yang mengenal Helen. Helen juga mengganti namanya menjadi Helen Graham untuk menyembunyikan diri dari suami yang mencari-carinya. Untuk sementara Helen menemukan perlindungan di Wildfell Hall, namun masih ada yang mengusiknya, termasuk para tetangga yang penasaran dengan kehidupan pribadinya, termasuk Gilbert. 
    Cerita kembali ke masa kini saat Gilbert selesai membaca buku harian Helen. Gilbert menyadari selama ini dirinya salah paham. Ia juga terpukul mengetahui Helen mengalami nasib mengerikan akibat kelakuan suaminya. Gilbert pergi ke Wildfell Hall untuk menemui Helen. Helen mengatakan perasaan mereka harus disudahi karena selama suaminya masih hidup, mereka tidak akan bisa bersama. Oleh karena itu Helen memutuskan pergi dari Wildfell Hall karena akan sia-sia jika Gilbert masih ada di dekatnya. Helen akan pindah ke tempat baru, meminta Gilbert berkomunikasi dengannya lewat Mr. Lawrence, dan akan mengirimi Gilbert surat dalam beberapa bulan setelah nanti berada di tempat baru. Meski berat, Gilbert menyetujuinya. Gilbert berhenti menemui Helen dan hanya menanyakan kabarnya lewat Mr. Lawrence. 
    Suatu hari, Mr. Lawrence mengabarkan bahwa Helen kembali ke Grassdale Manor atas kemauannya sendiri. Hal ini mengejutkan Gilbert, karena susah payah Helen melarikan diri, tapi terpaksa kembali untuk merawat suaminya yang sakit akibat jatuh dari kuda. Arthur terluka parah, kondisinya juga buruk akibat dampak kebiasaannya minum alkohol. Helen harus kembali karena statusnya masih istri Arthur Huntingdon. Dalam keadaan sakit pun Arthur tidak menyadari kesalahannya dan sikap buruknya menyulitkan Helen. Kondisi Arthur tidak membaik, sistem sarafnya mati dan akhirnya meninggal dunia. Helen akhirnya lepas dari statusnya sebagai istri Arthur Huntingdon. 
    Gilbert masih belum bisa menghubungi Helen secara langsung. Setelah Arthur meninggal, giliran paman Helen yang sakit, membuat Helen pergi ke Staningley Manor untuk membantu bibinya merawat pamannya. Gilbert memberi ruang bagi Helen untuk berduka, namun lambat laun Gilbert mengira Helen melupakannya karena Helen tidak kunjung mengiriminya surat meski berbulan-bulan sudah lewat. 
   Suatu hari, Gilbert salah mendengar kabar yang membuatnya mengira Helen akan menikah dengan orang lain. Merasa sudah tidak bisa menunggu lagi, Gilbert menyusul Helen ke Staningley Manor dan menemukan bahwa Mr. Lawrence-lah yang menikah, bukan Helen. Di perjalanan sebelum tiba di Staningley, Gilbert mendengar Helen mendapatkan warisan yang besar karena pamannya sudah meninggal. Helen menjadi pewaris dan kaya raya, hal ini membuat Gilbert merasa Helen sudah bahagia dan sebaiknya tidak mengganggu Helen lagi dengan menemuinya.  
    Namun Gilbert dan Helen akhirnya bertemu saat Helen pulang jalan-jalan. Arthur kecil pun senang kembali bertemu dengan Gilbert. Helen mengundang Gilbert masuk ke Staningley Manor. Meski sempat salah paham karena putus kontak, Helen dan Gilbert mengakui perasaan mereka masih seperti dulu meski terpisah sekian lama. Gilbert dan Helen akhirnya menikah dan tinggal di Staningley Manor bersama Arthur kecil. 

Reading Experience + Review
    Tertarik baca novel ini karena: 1) salah satu karya Bronte Sisters; 2) aku suka covernya warna pink; 3) tokoh utamanya pelukis 😁 Yang aku baca ini terbitan Mizan. Kayaknya cover novel klasik Mizan dibuat kekinian dan nyasar selera anak muda, kalau dibandingkan sama cover novel klasik penerbit lain yang kesannya kaku dan ‘nglasik’ banget (istilah apa deh ini, haha)
    Perlu seharian lebih buat namatin novel ini. Buatku novel ini nggak page-turner, kerasa ‘liat’ untuk baca sampe tamat. Ini novel gotik, bukan novel romantis, meski ada juga bagian manis-manisnya. Kadang ‘capek baca’, selain karena banyak narasi panjang, beberapa bagian bikin capek hati karena tokoh-tokohnya bebal dan nyebelin, terutama bagian Arthur dan temen-temennya yang toxic
    Konon katanya The Tenant of Wildfell Hall ini novel yang kontroversial pada masanya. Kalau berdasarkan norma di masa itu, memang iya karena tidak normal bagi seorang wanita yang bersuami kabur dari rumah, apalagi menjadi pelukis dan mencari nafkah. Wanita terhormat di masa itu tidak melukis untuk dapat uang, hanya dianggap hobi. Tabu bagi mereka untuk bekerja/mendapatkan penghasilan, kecuali wanita dari kelas pekerja. 
    Gambaran pernikahan dan hubungan toxic yang saling merugikan di novel ini bener-bener gamblang. Menggambarkan sejelas-jelasnya gimana sifat buruk suami-istri yang licik terhadap pasangan masing-masing, manipulatif, bebal, dan mau menang sendiri. Isu kecanduan alkohol dan dampaknya juga diangkat (sesuatu yang tabu di era novel ini ditulis). Ada yang bilang novel ini ‘tidak bermoral’ karena isinya banyak ngebahas hubungan abusif, sifat jelek manusia dan kecanduan. Inilah yang bikin pegel bacanya, berasa ikut Helen akrobat emosi ngadepin orang-orang bebal. Tapi narasi penggambarannya emang bagus, saking bagusnya jadi kebawa kesel haha 😅

The Heroine: Helen Huntingdon/Helen Graham
    Satu pesan besar dari novel ini: status pernikahan dan kehadiran anak nggak bisa menjamin seseorang berubah. Dan jangan sok-sokan mau merubah seseorang, kalau orang itu sendiri nggak mau berubah.
    Sebelum menikah, Helen diperingatkan bibinya berhati-hati sebelum memutuskan menikah dengan Arthur. Helen yakin dia bisa merubah Arthur jadi lebih baik setelah menikah, tapi ternyata sesudah mereka punya anak pun Arthur tidak berubah, malah lebih buruk. Character transformation Helen yang paling kerasa adalah: Helen sadar betapa sombongnya ia dulu saat mengira bisa merubah Arthur. Dan sekarang Helen nggak bisa merubah suaminya, meski sudah melakukan apapun agar Arthur mendengar nasihatnya. Beberapa red flag itu udah kelihatan sebelum mereka menikah, tapi Helen mengabaikannya (karena lagi bucin, kali). Ketika sadar dirinya tidak bisa merubah Arthur, Helen menerima konsekuensi dari keputusannya dengan mencoba bertahan dalam pernikahan ini. Arthur yang memberi pengaruh buruk untuk Arthur kecil jadi red flag terakhir yang membuat Helen kabur demi menjauhkan putranya dari pengaruh suaminya. Jadilah dia mengubah identitasnya, dari Helen Huntingdon menjadi Helen Graham.
Nasihat dari bibinya untuk Helen
    
Jadi Helen di masa itu susah ya. Sejak kecil Helen diasuh paman dan bibinya, tidak dekat dengan ayah kandungnya, dan terpisah dari kakaknya, Mr. Lawrence. Helen berniat memberi seorang pria kesempatan dalam pernikahan, tapi malah makan hati sampai harus melarikan diri. Setelah pindah ke Wildfell Hall pun, para tetangga bergosip tentangnya. Kayak emang susah di masa itu jadi perempuan yang beda sendiri, padahal lagi dalam survival mode untuk membesarkan anaknya di lingkungan yang lebih baik. We should give Helen a break 😂


Gothic Element: Abusive Marriage, Affair, Alcoholism
    Di The Tenant of Wildfell Hall ini gak ada dendam turun temurun, monster, hantu-hantuan atau kastil misterius. Atmosfir gotik di buku ini lebih ke bikin kesel akibat tokoh yang menindas (Arthur dkk) terhadap yang tertindas (Helen) melalui:
  1. Manipulasi, kekerasan emosional, dan hubungan pernikahan yang tidak sehat (abusive marriage). Setelah menikah, Arthur sering mengungkit hubungan dengan kekasihnya terdahulu di depan Helen
  2. Perselingkuhan Arthur dan Lady Lowborough (affair), dan bagaimana teman-teman mereka membiarkan perselingkuhan ini terjadi. Kedua orang nyebelin ini gak tahu malu dan masih meneruskan hubungan meski udah ketahuan oleh pasangan masing-masing
  3. Kecanduan alkohol dan dampak buruknya terhadap pernikahan (alcoholism). Arthur dan circle pertemanannya ini sama-sama toxic. Ibarat circle-nya Arthur ini tukang besi, meski Helen udah jauh-jauh tapi tetep kecipratan bau besinya juga.
    Di bawah atap rumahnya sendiri, Helen mendapati suaminya berselingkuh. Lady Lowborough mengaku dia memang berselingkuh dengan Arthur, merasa menang dari Helen karena Arthur lebih mendengarkannya, dibanding Helen. Emang dasar orang selingkuh dari dulu gak rubah ya, ada aja alesannya 😅
    Ada satu teman Arthur bernama Walter Hargrave yang tahu perselingkuhan ini. Sebenarnya dia iba pada Helen, tapi bukannya mencegah perselingkuhan, Walter malah menawarkan diri jadi selingkuhan Helen. Biar Helen bisa balas dendam pada Arthur, dan karena Walter sendiri punya perasaan pada Helen. Emang dasar sick semuaa 😂 Tentu Helen menolak. Menurutnya balas selingkuh tidak akan membuatnya bahagia atau membuat Arthur berubah. Meski ditolak, Walter tetap membujuk, cenderung memaksa supaya Helen mau selingkuh, tapi Helen tetep nggak mau.
    Pertemanan Arthur ini ibarat lingkaran setan, karena semua suka minum alkohol dan susah untuk keluar dari lingkaran ini. Arthur dkk mengolok-olok temannya yang berusaha keluar dari kebisaan buruk ini, menjadikan penderitaan orang lain sebagai candaan. Arthur tidak bisa menahan diri agar tidak bersikap memalukan, termasuk di hadapan putranya sendiri, si Arthur kecil.
    Kalau gak salah, Arthur kecil itu masih dibawah 10 tahun. Tapi di acara jamuan atau pesta, Arthur kecil selalu ditawari anggur. Sebenernya agak kaget: kok anak kecil ditawarin anggur? Pernah baca sih, di zaman itu orang lebih milih minuman beralkohol dibanding air putih biasa. Entah karena sanitasi masih gak bagus, gak ada sumber air bersih atau menganggap minuman beralkohol lebih steril karena ada prosesnya dulu.  Meski dianggap normal, sebisa mungkin Helen menjauhkan Arthur kecil dari minum anggur, yang membuatnya dianggap aneh oleh para tetangga karena dianggap menolak kenikmatan. Yah, Helen begitu kan karena udah ngeliat akibat paling buruknya gimana 😬

The Romance
    Gilbert was the man who yearn. Nggak maksain perasaannya dan memberikan Helen ruang untuk bersikap. Gilbert tahu Helen dalam keadaan terburuknya, tahu rahasianya, dan tetap memilih Helen meski hubungan mereka nggak pasti karena Helen masih bersuami. Gilbert nggak sok-sokan menyelamatkan Helen, justru memberi Helen waktu untuk menyelesaikannya sendiri. Minusnya Gilbert sering sering salah paham dan narik kesimpulan sendiri. Waktu mengira Mr. Lawrence kekasih Helen, Gilbert membuat Mr. Lawrence jatuh dari kuda sampai cedera hanya karena cemburu. Cemburu sih cemburu, tapi membiarkan seseorang jatuh dari kuda sampai hampir sekarat adalah hal lain. Dan cuma minta maaf pula. Maaf doang kan gak bisa nyembuhin tulang yang retak, hadeuh 😬 Tapi ya Mr. Lawrence juga ada salah juga sih, karena terus mengolok-olok hubungan Gilbert dan Helen. 
    Waktu Helen terpaksa kembali ke Grassdale Manor untuk merawat Arthur, Gilbert cuma bisa menunggu. Perasaan Gilbert ke Helen besar, tapi gak enak juga kalau mengharapkan suami Helen mati. Gilbert cuma bisa tahu kabar Helen dari Mr. Lawrence (setelah mereka berbaikan). Gilbert menyangka Helen sudah melupakannya karena tidak ada surat untuknya sama sekali (lagi-lagi nyimpulin sendiri). Tapi Gilbert masih nggak bisa melupakan Helen. 
    Karena salah paham (lagi) menyangka Helen nikah dengan orang lain, Gilbert nyusul ke Staningley untuk memastikan sendiri. Ternyata itu pernikahan Mr. Lawrence, bukan Helen. Gilbert lega dan ingin menemui Helen langsung di rumah bibinya di Staningley Manor. Di perjalanan, Gilbert mendengar gosip kalau Helen sudah jadi pewaris yang kaya. Sesampainya di halaman depan Staningley Manor, tiba-tiba Gilbert merasa Helen sudah bahagia karena lepas dari suaminya. Gilbert merasa gak perlu mengganggu Helen lagi karena Helen sudah lepas dari pernikahan toxic, punya anak yang manis dan harta melimpah, jadi apa lagi yang mau dicari? Gilbert juga jadi insecure waktu mendengar soal warisan Helen (seriously Gilbert, what is wrong with you?! 😂)  
Gilbert yang udah jauh-jauh nyampe Staningley tapi malah jadi gamau ketemu Helen

    Untungnya sebelum kabur, Gilbert berpapasan dengan Helen dan Arthur kecil, lalu diundang masuk ke Staningley Manor. Gilbert menyampaikan maksud kedatangannya ke Staningley. Disini juga Helen menyatakan perasaannya untuk Gilbert masih sama. Helen menghargai kehadiran Gilbert di masa-masa sulitnya dulu di Wildfell Hall. Helen nganggap nonsense banget kalau Gilbert harus insecure dan mundur cuma gara-gara warisan 😂
    Ada satu hal yang Helen inginkan sebelum mereka menjalin hubungan, yaitu Gilbert mendekati bibinya dulu untuk mendapatkan restu. Gilbert setuju. Bibi Helen akhirnya luluh dan memberi restu untuk mereka berdua. Gilbert dan Helen menikah dan tinggal di Staningley bersama sang bibi dan Arthur kecil. Di masa depan, Arthur kecil mewarisi Grassdale Manor dan menikah dengan gadis teman masa kecilnya. 
   Hubungan Gilbert-Helen ini beberapa kali keganggu gara-gara Gilbert suka narik keputusan sendiri tanpa nanya Helen dulu 😂 Tapi yah kalau gak gitu novel ini gak ada bumbunya haha. Intinya Gilbert nggak maksain perasaannya kayak Walter Hargrave. Setelah tahu betapa Helen teraniaya, Gilbert gak memanfaatkan kesempatan untuk menawarkan perselingkuhan atau memaksakan perasaan. Gilbert mendengarkan dan menghargai keputusan Helen. Gilbert memberikan ruang, ada push nya juga tapi tetep menghargai boundaries. Cuma terlalu cepat narik kesimpulan aja 😁

Penutup
    Ada yang bilang novel ini melampaui zamannya karena di era sekarang pun isu-isu ini masih relevan. Ada yang bilang ini novel feminis pertama, karena Helen mendobrak norma di masa itu. Helen memilih meninggalkan suaminya untuk kebaikan putranya, dan memberdayakan diri dari melukis. Pengaruh jelek alkohol dan hubungan toxic digambarkan dengan jelas di novel ini. Tema ini emang kerasa banget di novel ini, tapi entah kenapa agak susah nyangkut di kepalaku. Mungkin karena saking bagus narasi-narasinya, sampai kebawa kesel duluan, akibatnya selalu agak skip tiap ada bagian yang nyebelin haha 😬
    Sebenernya dibanding isu-isu berat yang diangkat, entah kenapa aku lebih tertarik sama dinamika Gilbert-Helen, karena bagian mereka yang paling ringan dan gak bikin capek hati (karena gak ada yang bebal diantara mereka berdua). Novel yang akan aku baca ulang tapi cuma di bagian yang gak ada Arthur dan pertemanannya yang nyebelin. Akhir kata, The Tenant of Wildfell Hall dapat bintang 4/5! ⭐

    PS: Ternyata novel ini pernah diadaptasi jadi miniseries BBC tahun 1996. Jadi pengen nonton juga haha 😬 Kayaknya epik kalau diangkat jadi live action lagi dengan style directing ala-ala film Jane Eyre tahun 2011.

Versi miniseries dari kiri ke kanan: Gilbert Markham (Toby Stephens), Helen Graham (Tara Fitzgerald), Arthur Huntingdon (Rupert Graves)

Komentar

Postingan Populer